JAZZZ
Minggu, 20 November 2011
Senin, 07 November 2011
CERPEN;karyaku
PENUH IMAJINASI
Hujan baru saja turun, cuaca begitu lembab, dingin yang tak teratur dan seolah berkunjung tanpa niat. Namun, hujan itu terus saja turun, rintik-rintik hujan yang mungkin akan lama berlangsung. Dan senjapun baru saja tiba dari perjalananya, sementara itu aku begitu lelah bersama motor bututku ini. Basah kuyup di guyur rintik hujan yang seolah sangat kerap karena kecepatan dari motor bututku. Penglihatan ku yang semakin lama semakin samar karena rintik air hujan itu, jaketku yang tak mampu lagi menahan air yang meresap kedalam, Dan kulitku yang hangat menjadi dingin, bercampur air langit.
Sampailah aku di halaman gubukku. Yakni, rumahku yang sederhana tapi yang ku anggap begitu isimewa, karna banyak kenang-kenangan bersama keluargaku. Lelahku ini yang membuatku segera melepaskan semua aktivitasku, aku ingin segera menemui orang-orang tercinta di dalam rumah gubukku itu, ibu dan ayahku yang sudah tua renta, kadang akupun berfikir”Kenapa aku selalu membebani mereka, yang seharusya sudah duduk santai menikmati keringatku”. Tapi dari semua itu aku lebih berfikir dan berfikir lagi”Mengapa aku harus takut dengan kekhawatiranku, kekhawatiranku ini hanya menghapus semangat belajarku saja, aku harus kuat, tetap belajar, dan meraih cita-citaku”
Saat aku menemui mereka. Aku harus tampak bahagia walaw aku basah kuyup dan dengan muka kekhawatiran akan keadaan mereka, aku harus selalu segar di hadapan mereka dengan apaun yang terjadi, dan sedahsyat apapun badai menerpaku, baik lewat hujan ini atau lewat pristiwa lain. Aku harus tetap kuat dengan pry and try.
Aku yang sekarang ini masih duduk di sekolah menengah atas yang seharusya fokus dengan mapel-mapel yang akan menghantui nanti. Suara angin malam yang begitu kencang di luar sana, hewan-hewan malam berterbangan dan merayap di sekitar lampu neonku. Aku mulai membuka lembar demi lembar bukuku, tapi setiap aku membuka lembaran-lembaran itu aku salalu berimajinasi”Kapan aku bisa meraih cita-cita yang aku inginkan, dan menjadi orang yang beruntung, apakah dengan jalan ini”. Sambil berimajinasi teryata aku terlelap dalam tidurku.
Pagi yang indah telah tampak di hadapan mataku, aktivitas yang tiap hari aku jalani akan segera aku lakukan. Aku berangkat dengan menunggang sepeda motor bututku ini. Dengan melihat gedung-gedung tinggi menjulang langit. Melihat semua itu aku menjadi teringat akan pesan dari ayahku”Kau harus sungguh-sungguh belajar, ingat kringat ayahmu ini, bekerja keras untukmu kau harus prihatin. Kini kau sudah besar sudah SMA dan sebentar lagi tamat, mungkin suatu saat kau akan mndapatkan pekerjaan lebih layak, jangan jadi ayahmu ini”
Akupun berfikir,,,,kenapa tidak bisa?. Aku harus bisa menjadi orang yang di harapkan kedua orang tuaku, mungkin ini sebuah kehidupan yang menggambarkan sebuah pepatah”Berakit kehulu berenang ketepian”..
Karya; http://chubaykdw.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)